Herpes Zoster Dan Upaya Pencegahan Melalui Vaksinasi

Charitas Hospital Palembang
Foto Page Detail

Apa itu herpes zoster?

Herpes zoster merupakan suatu penyakit reaktivasi varicella-zoster virus (VZV), virus sama yang menyebabkan cacar air. Ketika seseorang sebuh dari cacar air, virus tidak hilang tetapi akan diam/tinggal di persafaran tubuh. Virus dapat aktif kembali menyebabkan herpes zoster ketika daya tahan tubuh menurun.

Penyakit ini disebut juga cacar api / cacar ular. Seringkali virus aktif kembali pada pasien usia lanjut (>50 tahun) dan pada pasien dengan daya tahan tubuh menurun. Sebagian besar orang mengalami herpes zoster satu kali seumur hidup, namun tidak menutup kemungkinan ada yang mengalami lebih dari satu kali.

Siapa saja yang dapat berisiko mengalami herpes zoster?

Pasien yang sudah pernah terinfeksi cacar air memiliki risiko 30% selama hidupnya untuk mengalami reaktivasi sehingga menimbulkan gejala herpes zoster. Berdasarkan penelitian sekitar 1 dari 3 orang di Amerika Serikat mengalami herpes zoster sepanjang hidup mereka. Risiko ini meningkat dengan bertambahnya usia. Berikut beberapa kondisi yang meningkatkan kejadian herpes zoster:

  • Usia di atas 50 tahun

Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh melemah secara alami seiring bertambahnya usia.

  • Pasien dengan kondisi imunokompromi

Individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih berisiko terkena herpes zoster dan lebih cenderung mengalami kasus derajat berat. Misalnya, pasien HIV/AIDS, kanker, transplantasi organ, pengguna obat imunosuresif, penyakit kronis (diabetes melitus, penyakit ginjal krinis, gangguan paru), dan stres berat.

Apa saja gejala herpes zoster?

Beberapa gejala umum yang dapat ditemukan antara lain:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Lenting air dan ruam nyeri di kulit yang terbatas pada satu sisi tubuh (khas mengikuti pola saraf dan tidak melewati garis tengah tubuh)
  • Lemah / lesu
  • Gatal
  • Rasa kesemutan
  • Sakit perut

Rasa nyeri yang terjadi pada herpes zoster dapat sangat hebat dan dideskripsikan seperti tertusuk, terbakar, dan tersengat.

Apakah herpes zoster dapat menular?

Herpes zoster tidak menular secara langsung dari orang lain yang mengalami herpes zoster. Namun, cairan dari lepuh pasien herpes zoster dapat menularkan virus varicella zoster ke orang yang belum pernah mengalami cacar air. Akibatnya, orang tersebut bisa mengalami cacar air, bukan herpes zoster.

Adakah komplikasi dari herpes zoster?

Jika tidak ditangani pada fase akut maka dapat terjadi komplikasi yang tidak diharapkan, misalnya:

  • Neuralgia paska herpetika (NPH)

NPH adalah komplikasi herpes zoster yang paling sering ditemukan. NPH merupakan rasa nyeri yang masih dirasakan pasien setelah 3 bulan ruam kulit hilang. Rasa sakit ini dapat dialami dalam waktu beberapa bulan sampai beberapa tahun dan sangat mengganggu kualitas hidup pasien.

  • Komplikasi lain

Kondisi lain yang merupakan komplikasi herpes zoster yaitu kebutaan, infeksi paru (pneumonia), infeksi bakteri pada ruam kulit, gangguan pendengaran, peradangan otak (ensefalitis), dan kematian.

Bagaimana tatalaksana herpes zoster?

Pengobatan herpes zoster efektif diberikan dalam 72 jam setelah munculnya gejala. Pengobatan berupa anti virus, anti nyeri, dan terapi suportif untuk mengatasi gejala yang ada. Pengobatan bertujuan untuk mengurangi keparahan dan durasi penyakit, serta mengurangi risiko komplikasi.

Apakah penyakit herpes zoster dapat dicegah?

Ya, herpes zoster dapat dicegah melalui pemberian vaksin.

Mengapa vaksin herpes zoster sangat penting?

Vaksin herpes zoster merupakan satu-satunya cara perlindungan terhadap penyakit yang sangat nyeri ini. Vaksin ini memiliki efektivitas 90% dalam mencegah herpes zoster Dengan mencegah terjadinya herpes zoster, maka risiko komplikasi NPH juga dapat dicegah. Tidak hanya mencegah, vaksin herpes zoster juga dapat mengurangi angka kekambuhan penyakit ini di masa depan.

Vaksin herpes zoster dimasukkan dalam daftar vaksin wajib untuk dewasa di Indonesia. Vaksin ini dikhususkan kepada mereka yang berusia >50 tahun dan 18 tahun ke atas dengan penyakit imunokompromi.

Bagaimana dosis pemberian vaksin herpes zoster?

Rekomendasi pemberian vaksin herpes zoster pada 2 kelompok:

  1. Pasien usia > 50 tahun

Vaksin diberikan dalam 2 dosis dengan jarak 2-6 bulan dari vaksin pertama.

  1. Pasien usia > 18 tahun dengan penyakit imunokompromi

Vaksin diberikan dalam 2 dosis yaitu  1-2 bulan dari vaksin pertama.

 Daftar pustaka

  1. Shingles (herpes zoster). https://www.cdc.gov/shingles/signs-symptoms/index.html
  2. Shingles. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/shingles/diagnosis-treatment/drc-20353060
  3. Jadwal Imunisasi Dewasa 2025. https://imuni.id/wp-content/uploads/2025/08/Jadwal-Imunisasi-Dewasa-PAPDI-2025.pdf
  4. Mengenal herpes zoster. https://upk.kemkes.go.id/new/mengenal-herpes-zoster
  5. Shingles (herpes zoster). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/shingles-(herpes-zoster)

 

Optimalkan Perlindungan Keluarga Anda dengan MyCharitas

Jangan tunggu sampai rasa nyeri yang mengganggu menyerang aktivitas Anda atau orang tua tercinta. Lindungi diri dan keluarga dari risiko Herpes Zoster dan komplikasi jangka panjang NPH melalui langkah preventif yang tepat.

Melalui Aplikasi MyCharitas, Anda dapat dengan mudah:

  • Reservasi Vaksinasi Dewasa: Jadwalkan pemberian vaksin Herpes Zoster untuk Anda atau lansia di rumah tanpa antre lama.

  • Konsultasi Dokter Spesialis: Terhubung langsung dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam atau Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin untuk penanganan dini gejala ruam persarafan.

  • Layanan Kesehatan Terintegrasi: Akses cepat ke seluruh jaringan fasilitas kesehatan Charitas Hospital demi kenyamanan medis keluarga Anda.

"Perlindungan terbaik adalah investasi kesehatan hari ini. Unduh dan daftar aplikasi MyCharitas sekarang untuk akses layanan preventif yang cepat, aman, dan tepercaya."


Kembali
Charitas Mobile Care